Federal City Cat Retro (Before and After)
Masih ingat sama sepeda Federal kan? Sepeda ini sangat terkenal di era 80 dan 90-an. Akhir-akhir ini, banyak sepeda Federal yang bangkit dari tidur lamanya. Oleh para pemiliknya, sepeda tersebut didandani sedemikian rupa sehingga tidak kalah dengan sepeda-sepeda baru. Istiliah kerennya di-RETRO.
Sebagai contoh adalah sepeda Federal City Cat milik Om Hendry di bawah ini.
Before After
Pengerjaan dilakukan oleh Om Ranggapanji (dedengkot Federal dan retro) di bengkelnya di daerah Mampang Prapatan. Berikut ini saya quote catatan-catatan Om Ranggapanji.
Suspension
Karena ukuran headtube-nya standar (inner head tube diameter=30,2mm), pilihan fork buat City Cat ya terbatas di fork yang pake steerer standar. Om Hendry terbilang beruntung ngedapetin fork RST Gila T7 100mm dengan threaded steerer ukuran 1″, soalnya waktu itu stoknya tinggal satu-satunya… Setelah menyesuaikan panjang steerer dengan bawaan fork aslinya, langsung plek dipasang (mindahin headset dulu, sih). Stem terpasang dengan bantuan adaptor Kalloy. Dengan adaptor ini kita bisa pake stem 28,6mm apa aja yang tersedia di pasaran, nggak melulu pake “bango” Kalloy/Uno.
Seandainya mau upgrade lagi, pilihan lain ada Marzocchi MX Comp 85mm yang pake threadless steerer 1″… ada yang punya? Sama headsetnya sekalian, mungkin?Drivetrain
Sesuai misi awal, City Cat ini dipersenjatai drivetrain high-end modern. Selain crankset XT ‘05 Hollowtech II 175mm (FC-M760) yang menggemparkan dunia (hihihi…), perpindahan gigi dilayani FD XT ‘05 high clamp dual pull (FD-M760) dan RD (glek!) XTR ‘03 RapidRise medium cage (RD-M961GS). Pemasangan FD dibantu shim, soalnya diameter asli clamp FD keluaran baru pastinya 34 koma sekian milimeter gitu, jauh lebih besar dibanding ukuran rata-rata seattube jaman dulu yang 28,6mm. Di belakang, RD terpasang di anting tambahan yang nempel ke as roda, soalnya frame ini nggak punya built in derailleur hanger. Oh iya, cassette pake SRAM PG-950 9-speed, 11-34T. Rantai pake bawaan XT, CN-HG93.
Oh iya, setting drivetrain sama aja sama frame-frame modern, nggak ada masalah. Yang ngebedain cuma frame ini jalur kabelnya di bawah downtube, nggak kayak frame-frame modern yang kabelnya lewat toptube.Controls and Brakes
Lagi-lagi setia pada konsep awal, kucing merah putih pakai trigger shifter Deore XT ‘05 two-way release (SL-M760, emboss). Gara-gara dijodohin sama RD RapidRise makanya pengoperasian jadi terbalik, tuas yang gede untuk upshifting (pindah ke gigi lebih kecil/berat), tuas kecil/release-nya dipake untuk downshifting (pindah ke gigi lebih gede/enteng). Jadi sama kiri-kanannya, sama kayak shifter kiri untuk FD. Brake lever dipasang Avid yang kompatibel sama V-brake/mechanical diskbrake sekaligus cantilever brake, tergantung settingan awal. Label MJ tertera di setang rise-bar-nya (sang empunya nggak doyan flatbar), stem pake Amoeba Borla yang pendek, 50-70mm, kali. Sementara ini seatpost masih pake bawaan aslinya, sadel dipasang sadel carbon-look custom punyaku sambil nunggu WTB-nya datang. Oh iya, V-brake pakai Deore baru (BR-M510), kampasnya standar. Shifting dan pengereman dilayani kabel Jagwire (rem) dan kabel stainless XT, Shimano SIS SP-41 (shifter).Wheels and Tires
Keren! Biar tua, hub-nya Novatec sealed bearing, bo’… tik-tik-tik-nya nyaring, he-he-he… Untuk bisa masang hub 9-speed yang OLD (Over Lock-Nut Dimension)-nya 135mm, seatstay dan chainstay harus direnggangin pake dongkrak, pasalnya frame ini masih menganut spacing 126mm. Lewat 32 jari-jari stainless hitam, hub ini terhubung ke rim Araya RM-17 yang welded joint dan double wall. Warna rim asli Jepang ini coklat anodized, manstaaaap…
Alas karet wheelset dipilih Schwalbe Jimmy folding, 26×2,10 depan belakang. Siap tempur!





Wah.. ini dia favorit saya, RETRO.. Gak selamanya beli jadi atau nge-bangun baru, bisa jadi se-keren ini dan se-puas ini.. Good job bro’..!!
PS: kalo boleh tau abis berapa untuk proses Retro si Federal ini..? Reply ke japri juga boleh.
Thx before.
garawsp
30 Juni 2008 at 1:26 pm
Kereen abiiz, kalo boleh tau dimana tepatnya bengkel om Ranngapanji di mampang prapatan?
thank’s sebelumnya.
Trisna
17 Nopember 2008 at 9:57 am
Om…sy jg tertarik nich dg bengkel om Panji…
habis berapa om biayanya ? japri aja d ke e-mail..
salam kenal ya om..:-)
iRs@N
Irsan
26 Juni 2009 at 7:16 pm