Kenaikan Harga BBM

Akhir-akhir ini, di media cetak atau elektronik, kita dihadapkan dengan berita kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM di akhir bulan ini (Mei) dalam rangka penyelamatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini dipandang perlu dan sangat mendesak untuk dilakukan karena harga minyak di pasar internasional telah melebihi US$120/barrel.

Mengapa APBN perlu diselamatkan? Jawabannya adalah karena asumsi harga yang digunakan dalam APBN masih terlalu rendah dibandingkan dengan harga yang berlaku di pasar internasional. Selisih harga tersebut merupakan subsidi yang harus ditanggung oleh pemerintah dan besarnya subsidi sebanding dengan harga BBM (regresif). Yang lebih menyedihkan lagi adalah subsidi yang ditanggung pemerintah tersebut tidak tepat sasaran. Seharusnya subsidi diperuntukkan bagi rakyat miskin atau mereka yang kurang mampu, akan tetapi pada kenyataannya mereka yang kaya pun dengan seenaknya masih menikmati subsidi ini.

Kenaikan harga BBM juga akan menyebabkan kenaikan biaya hidup dan biaya produksi dalam jangka pendek /panjang dan langsung/tidak langsung. Inilah yang banyak ditentang oleh masyarakat. Kalau sudah melibatkan urusan “perut”, orang tidak akan mampu untuk berpikir dan bertindak secara rasional.

Banyak ahli/kalangan yang menolak kenaikan harga BBM, tapi coba minta mereka memberikan jalan keluar untuk menghadapi situasi ini. Saya yakin mereka akan mundur dengan teratur.

2 thoughts on “Kenaikan Harga BBM

  1. could not agree more. masalae subsidi lak dikasi ke pertaminyak tho bow, dan diitungnya dari truk/tengki yang keluar dari depo CMIIW.. ya padha bae nuww carane gitu.. mbayari wong sugih hahahaha

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s