Di Balik Kenaikan Harga BBM

Kita telah sama-sama tahu bahwa pemerintah telah menetapkan kenaikan harga BBM. Tapi tidak semua tahu, mengapa harga BBM harus naik? Di bawah ini adalah alasan yang dijadikan dasar oleh pemerintah untuk menaikkan harga BBM.

1. Harga minyak dunia mengalami kenaikan.
2. Subsidi BBM lebih banyak dinikmati oleh oran kaya.
3. Selisih harga BBM domestik dengan negara tetangga terlalu tinggi.

Menaikkan harga BBM merupakan kebijakan yang tidak populis. Pemerintah “nekad” melakukannya sebagai jalan terakhir mengatasi harga minyak dunia yang terus merangkak naik. Beberapa upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah adalah:

1. Meningkatkan lifting (produksi) minyak dari 916 kiloliter menjadi 927 kiloliter.
2. Penghematan belanja departemen sebesar Rp 30,3 trilyun.
3. Mengoptimalkan penerimaan negara non migas menjadi Rp 20 trilyun.
4. Penghematan dan efisiensi Pertamina sebesar Rp 7 trilyun.
5. Penghematan biaya PLN sebesar Rp 5 trilyun.
6. Penghematan energi di kantor-kantor pemerintah.
7. Pembentukan tim nasional penghematan energi.

Meskipun harga BBM telah dinaikkan, tidak sepenuhnya Indonesia lepas dari ancaman. Masih ada beberapa resiko yang mengintai, antara lain:

1. Ketidakseimbangan terus terjadi karena besarnya subsidi yang ditanggung oleh pemerintah.
2. Setiap hari pemerintah menaggung subsidi sebesar Rp 727,6 milyar (apabila harga BBM tetap) dan Rp 550 milyar (apabila harga BBM dinaikkan).
3. Menurunnya kepercayaan internasional terhadap kemampuan finansial negara.

Lalu, apa kompensasi bagi rakyat miskin dengan adanya kenaikan harga BBM? Pemerintah telah menetapkan 3 program sistematis dan simultan untuk masyarakat miskin.

1. Bantuan perlindungan sosial rumah tangga miskin.
– Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 19,1 juta rumah tangga sasaran.
– Program Keluarga Harapan (PKH).
– Beras untuk keluarga miskin (raskin) senilai Rp 4,2 trilyun.
– Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
– Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).
– Bantuan sosial korban bencana, penyandang cacat, dan lansia.

2. Pemberdayaan masyarakat.
Disebut juga dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dengan anggaran sebesar Rp 13,3 trilyun yang terbagi untuk 3.999 kecamatan (36.417 desa). Tiap kecamatan memperoleh Rp 3 milyar.

3. Penguatan usaha mikro dan kecil.
– Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang besarnya di bawah Rp 5 juta (tanpa agunan) dan telah disalurkan sebesar Rp 5 trilyun untuk 400 ribu nasabah.
– Penambahan alokasi dana KUR sebesar Rp 1 trilyun di tahun 2009.

One thought on “Di Balik Kenaikan Harga BBM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s