Hujan Uang di Negeri Sendiri

Pepatah yang kira-kira berbunyi daripada hujan emas di negeri orang, lebih enak hujan batu di negeri sendiri kelihatannya sudah harus direvisi menjadi ….. daripada hujan emas di negeri orang, lebih enak hujan uang di negeri sendiri. Hujan uang di Indonesia? Ya, itu terjadi di Kota Serang, Provinsi Banten pada hari Minggu tanggal 1 Juni 2008.

Sebuah pesawat Cessna terbang rendah di atas Lapangan Grup 1 Kopassus dan menebarkan uang dalam pecahan Rp 1.000, Rp 5.000, dan Rp 10.000. Hajatan tersebut merupakan gawe seorang motivator dan ahli pemasaran dalam rangka promosi penerbitan buku keduanya yang berjudul Marketing Revolution.

Tujuan yang akan diraih oleh orang tersebut boleh dikatakan telah tercapai. Berbagai media, baik nasional maupun internasional meliput acara “hujan uang” yang dilakukan. Namun demikian, saya sangat prihatin dan miris. Mengapa? Karena demi kepentingan pribadi dan kelompoknya, telah digunakan cara-cara yang kurang etis yaitu dengan mengekploitasi saudara-sadara kita yang kurang mampu. Bayangkan saja, demi uang yang dijatuhkan dari langit, seorang nenek ikut-ikutan berlari dan berebut. Seorang pria bahkan sampai kehilangan kuku jari kakinya karena tersandung. Lebih bijak apabila uang tersebut dibagikan secara langsung (kalau memang berniat untuk beramal, kalau nggak… ya lain lagi ceritanya) daripada dengan cara yang bombastis dan nyentrik.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s