Mudik

Dalam rangka menjalin silaturahmi di antara keluarga dan handai taulan, setelah Ramadhan usai, masyarakat Indonesia melakukan suatu ritual secara berbarengan yang biasa dikenal dengan istilah MUDIK. Ritual ini berlangsung setiap tahun dan melibatkan beribu-ribu atau bahkan berjuta-juta orang. Alasan mengapa masyarakat melakoni ritual ini sangatlah beragam, bahkan ada yang bilang bahwa Lebaran tanpa mudik adalah bukan Lebaran yang sesungguhnya.

Sebagai seorang yang hidup di perantauan, bagi saya, mudik bukanlah suatu hal yang asing. Sejak saya duduk di bangku SMA, ritual ini telah saya praktekkan. Pengalaman yang saya alami pun bermacam-macam. Dari mulai mudik dengan menggunakan kapal laut (dari kelas ekonomi sampai dengan kelas 2), mudik dengan kereta api (kelas ekonomi sampai eksekutif), mudik dengan bus, mudik dengan mobil atau bahkan yang agak canggih-an dikit yaitu mudik dengan pesawat. Semuanya meninggalkan kesan yang mendalam, yang bisa menjadi kenangan dalam hidup ini.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s