Dust Storm

Tanggal peristiwa: 23 September 2009

Jarum jam berada di posisi 12.00 ketika saya bersama 3 orang teman melangkahkan kaki keluar dari ruang kelas di lantai 6 menuju ke satu-satunya lift yang berada di gedung nomor 3 itu. Setelah menunggu agak lama, pintu lift akhirnya terbuka juga. Segera saja kami masuk ke dalam lift dan seorang teman menekan angka 2. Tak seberapa lama kemudian lift sampai di lantai 2 dan kamipun bergegas keluar menuju ke pintu keluar gedung di sisi sebelah kanan.

Namun seketika itu, langkah kami terhenti karena pemandangan yang aneh di luar gedung. Saat itu angin bertiup kencang dan langit berwarna merah. Jarak pandang juga menjadi terbatas. Saya pun bertanya kepada seorang teman, “apa yang terjadi?” Teman saya menjawab, “ini dust storm. saya dapat informasi ini dari berita tadi pagi.”

Dust storm? Apa pula ini? Saya memang ga sempat mengikuti berita tadi pagi dan ramalan cuaca untuk hari itu. Namun setelah saya sampai di rumah, saya sempatkan mencari-cari informasi mengenai hal tersebut seperti yang dapat dilihat di sini dan sini.

Iklan

Night Ride

Kegiatan di bulan Ramadhan 2007 (pindahan dari multiply).

Malam Minggu kemarin, jadi juga saya mencoba night ride/NR. Pengalaman ini merupakan kali pertama. Pada awalnya sempat ga pede kalo gowes malem, berhubung mata ini udah pake sambungan (kacamata). Bukan apa-apa, takutnya ga bisa ngelihat & jadinya malah nabrak.

Awalnya, Pak Yunus dari Tamansari Cycling Club (TCC) sms saya ngajak NR. Nah ini yang saya tunggu-tunggu. Itung-itung pengen nyoba sepeda (masak punya MTB tapi ga pernah dipake buat macul tanah/off road?). Langsung saja saya jawab OK, tapi kemudian saya malah bimbang mengingat sepeda belum ada lampunya. Terpaksa harus nyari lampu nih. Saya putuskan akan membeli lampu sepeda di toko sepeda dekat kantor (daerah tamansari). Tapi apa daya, rencana ini terpaksa dibatalkan, mengingat tidak mungkin meninggalkan kantor dalam waktu yang lama. So, harus dicari alternatif lain nih. Pilihan akhirnya jatuh pada lampu LED murmer buatan China (saya beli di proyek Senen @ Rp. 10.000). Dalam pikiran saya, lampu ini memiliki kesamaan dengan lampu sepeda yang asli (sama-sama pake LED & bisa kelap kelip) dan juga lebih tahan lama dibandingkan senter biasa (yang pake bohlam).

Hari Sabtu siang, setelah antar jemput istri, mulailah saya melakukan modifikasi memasang lampu LED. Saya pasang kedua lampu tersebut pada stem (atas dan bawah) dengan tali yang ada. Saya pasang dua-duanya karena kawatir kurang terang kalo cuman pake satu. Setelah selesai memasang lampu, masih ada yang harus saya lakukan. Nyetting rem depan. Yup, rem depan saya sedang bermasalah, dimana rotor selalu menggesek pad. Saya sudah coba nyetting berkali-kali masih tetap ga berubah. Akhirnya, cara terakhir ditempuh. Saya bongkar salah satu pad-nya & saya tipiskan dengan menggunakan amplas. Cara ini berhasil…!!!

NR dimulai pukul 22.30 dari Tamansari Persada. Rute yang dilalui : Tamansari Persada – Kampung – Billabong – Jl Raya Parung – Kemang Kiara – Kampung – Kebun Sawit – Pert Helikopter Atang Sanjaya – Tamansari Persada. Trek yang dilalui merupakan kombinasi antara aspal, tanah, dan makadam.

Di awal perjalanan, saya disambut oleh trek aspal. Trek ini sangat mudah dilalui, cuman masih butuh penyesuaian di beberapa tanjakan (maklum banyak simpanan nikotin di dalam dada). Tantangan yang sebenarnya baru ditemui saat rombongan melewati trek tanah di daerah persawahan yang berlumpur (hujan di sore hari membuat trek ini berlumpur). Gara-gara lumpur sepeda ga bisa digowes & kadang-kadang malah harus digotong. Yang pasti, membersihkan lumpur dari ban merupakan keasyikan tersendiri. Belum lagi adanya benang layang-layang yang cukup menggangu. Benang tersebut tersangkut di RD yang membuat saya tidak bisa ganti gigi (hal ini saya ketahui setelah NR, sewaktu nyuci sepeda).

Trek makadam (di daerah perbukitan/kebun sawit) juga cukup menantang. Medan yang menanjak dibarengi dengan RD yang macet benar-benar menguras stamina. Di sini beberapa kali rombongan beristirahat. Turun dari perkebunan, trek kembali ke aspal. Lagi-lagi trek ini bukan suatu masalah. Cuma sewaktu di trek ini, saya mengalami kram di kedua paha dikarenakan penggunaan gigi yang salah pada sebuah tanjakan (ya mau gimana lagi, wong ga bisa ganti gigi ). Tetapi setelah melakukan sedikit peregangan dan dioles counterpain, semuanya kembali normal. Akhirnya, rombongan mencapai garis finish. Waktu menunjukkan pukul 02.30, masih cukup waktu untuk sahur.

Dalam pandangan saya, secara keseluruhan trek NR kali ini sangat menantang & fun serta cocok untuk newB seperti saya. So… buat newB-newB lainnya boleh mencoba. Percuma kan, kalo ngerakit sepeda dengan spek XC/AM tapi ga pernah buat off-road?

Backpacking Yuk…

Rutinitas sehari-hari yang padat dapat membuat seseorang stress. Beberapa pendapat mengatakan bahwa kita harus memiliki hobby/kegemaran untuk mengatasi hal tersebut. Saya pribadi lebih condong untuk main-main di alam alam terbuka. Apalagi kalau kegiatan tersebut merupakan backpacking, pasti seru!!! Seperti yang telah dilakukan oleh Mas Agus ini. Keren euy…

Sepeda Gunung

Sepeda gunung merupakan salah satu jenis sepeda yang biasa digunakan di alam bebas (offroad), tetapi tidak menutup kemungkinan untuk digunakan onroad. Terdapat berbagai macam sepeda gunung tergantung pada peruntukannya, yaitu XC (cross country), DJ (dirt jump), DH (down hill), dan AM (all mountain). Saya sendiri sangat menyukai sepeda gunung dibandingkan jenis sepeda lainnya (sepeda balap, onta, dll). Alasannya sih simpel, sepeda gunung kelihatan lebih macho dibandingkan dengan yang lain. 🙂