Miss Euro Soccer Beauty Contest 2008

Kalau kita berbicara mengenai Piala Eropa, pasti hal pertama kali yang terlintas di kepala adalah sepak bola. Hal tersebut memang wajar. Tapi bagi saya, ada 1 hal lagi yang terlintas yaitu Miss Euro Soccer Beauty Contest 2008.

Miss Euro Soccer Beauty Contest 2008 adalah sebuah kontes kecantikan yang diselenggarakan di kota Rust di Jerman untuk memeriahkan pelaksanaan Piala Eropa 2008. Pesertanya berasal dari 16 negara peserta Piala Eropa. Seperti kontes-kontes kecantikan umumnya, para peserta juga dituntut untuk memperlihatkan keanggunan dan “kemolekannya” di depan para juri dengan mengenakan berbagai kostum, mulai dari gaun malam sampai dengan bikini.

Setelah melalui berbagai macam seleksi, pada tanggal 31 Mei 2008, Dominika Huzvarova (Rep. Ceko) berhasil menyabet juara pertama sedangkan juara kedua dan ketiga diraih oleh Miliz Heilman (Turki) dan Mariola Shabanaj (Yunani).

Ki-Ka : Miliz Heilman, Dominika Huzvarova, Mariola Shabanaj

Mens Sana in Corpore Sano

Menyambut Piala Eropa 2008, saya jadi teringat akan sebuah semboyan mengenai pentingnya olahraga. Mens sana in corpore sano yang artinya kurang lebih a healthy mind in a healthy body. Atau kalau di Indonesia-kan menjadi di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.

Saya baru mengetahui bahwa semboyan tersebut berasal dari sebuah karya Juvenile (seorang sastrawan Romawi) yang berjudul Satire X.

orandum est ut sit mens sana in corpore sano.
fortem posce animum mortis terrore carentem,
qui spatium uitae extremum inter munera ponat
naturae, qui ferre queat quoscumque labores,
nesciat irasci, cupiat nihil et potiores
Herculis aerumnas credat saeuosque labores
et uenere et cenis et pluma Sardanapalli.
monstro quod ipse tibi possis dare; semita certe
tranquillae per uirtutem patet unica uitae.
(10.356-64)

Kalau diartikan ke dalam bahasa Inggris menjadi seperti ini.

It is to be prayed that the mind be sound in a sound body.
Ask for a brave soul that lacks the fear of death,
which places the length of life last among nature’s blessings,
which is able to bear whatever kind of sufferings,
does not know anger, lusts for nothing and believes
the hardships and savage labors of Hercules better than
the satisfactions, feasts, and feather bed of an Eastern king.
I will reveal what you are able to give yourself;
For certain, the one footpath of a tranquil life lies through virtue.

Piala Eropa 2008

Ajang bergengsi di dunia sepakbola akan segera digelar mulai tanggal 7 Juni di Swiss dan Austria. Banyak orang tidak sabar untuk menyaksikannya. Pertarungan tim-tim papan atas di benua Eropa pasti sangat menarik. Saya yakin demam bola akan segera mewabah di Indonesia. Kita akan sering menyaksikan anak-anak dan/atau orang dewasa yang bermain bola. Masyarakat kita adalah masyarakat latah. Ga percaya? Coba amati saat digelarnya Thomas dan Uber Cup, banyak orang yang tiba-tiba bermain bulu tangkis. Padahal sebelumnya… boro-boro maen badminton, olahraga aja jarang.

Tapi, hal tersebut bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Saya ambil sisi positifnya saja yaitu masyarakat menjadi senang berolah raga. Dengan berolahraga, jiwa akan menjadi lebih sehat.

Night Ride

Kegiatan di bulan Ramadhan 2007 (pindahan dari multiply).

Malam Minggu kemarin, jadi juga saya mencoba night ride/NR. Pengalaman ini merupakan kali pertama. Pada awalnya sempat ga pede kalo gowes malem, berhubung mata ini udah pake sambungan (kacamata). Bukan apa-apa, takutnya ga bisa ngelihat & jadinya malah nabrak.

Awalnya, Pak Yunus dari Tamansari Cycling Club (TCC) sms saya ngajak NR. Nah ini yang saya tunggu-tunggu. Itung-itung pengen nyoba sepeda (masak punya MTB tapi ga pernah dipake buat macul tanah/off road?). Langsung saja saya jawab OK, tapi kemudian saya malah bimbang mengingat sepeda belum ada lampunya. Terpaksa harus nyari lampu nih. Saya putuskan akan membeli lampu sepeda di toko sepeda dekat kantor (daerah tamansari). Tapi apa daya, rencana ini terpaksa dibatalkan, mengingat tidak mungkin meninggalkan kantor dalam waktu yang lama. So, harus dicari alternatif lain nih. Pilihan akhirnya jatuh pada lampu LED murmer buatan China (saya beli di proyek Senen @ Rp. 10.000). Dalam pikiran saya, lampu ini memiliki kesamaan dengan lampu sepeda yang asli (sama-sama pake LED & bisa kelap kelip) dan juga lebih tahan lama dibandingkan senter biasa (yang pake bohlam).

Hari Sabtu siang, setelah antar jemput istri, mulailah saya melakukan modifikasi memasang lampu LED. Saya pasang kedua lampu tersebut pada stem (atas dan bawah) dengan tali yang ada. Saya pasang dua-duanya karena kawatir kurang terang kalo cuman pake satu. Setelah selesai memasang lampu, masih ada yang harus saya lakukan. Nyetting rem depan. Yup, rem depan saya sedang bermasalah, dimana rotor selalu menggesek pad. Saya sudah coba nyetting berkali-kali masih tetap ga berubah. Akhirnya, cara terakhir ditempuh. Saya bongkar salah satu pad-nya & saya tipiskan dengan menggunakan amplas. Cara ini berhasil…!!!

NR dimulai pukul 22.30 dari Tamansari Persada. Rute yang dilalui : Tamansari Persada – Kampung – Billabong – Jl Raya Parung – Kemang Kiara – Kampung – Kebun Sawit – Pert Helikopter Atang Sanjaya – Tamansari Persada. Trek yang dilalui merupakan kombinasi antara aspal, tanah, dan makadam.

Di awal perjalanan, saya disambut oleh trek aspal. Trek ini sangat mudah dilalui, cuman masih butuh penyesuaian di beberapa tanjakan (maklum banyak simpanan nikotin di dalam dada). Tantangan yang sebenarnya baru ditemui saat rombongan melewati trek tanah di daerah persawahan yang berlumpur (hujan di sore hari membuat trek ini berlumpur). Gara-gara lumpur sepeda ga bisa digowes & kadang-kadang malah harus digotong. Yang pasti, membersihkan lumpur dari ban merupakan keasyikan tersendiri. Belum lagi adanya benang layang-layang yang cukup menggangu. Benang tersebut tersangkut di RD yang membuat saya tidak bisa ganti gigi (hal ini saya ketahui setelah NR, sewaktu nyuci sepeda).

Trek makadam (di daerah perbukitan/kebun sawit) juga cukup menantang. Medan yang menanjak dibarengi dengan RD yang macet benar-benar menguras stamina. Di sini beberapa kali rombongan beristirahat. Turun dari perkebunan, trek kembali ke aspal. Lagi-lagi trek ini bukan suatu masalah. Cuma sewaktu di trek ini, saya mengalami kram di kedua paha dikarenakan penggunaan gigi yang salah pada sebuah tanjakan (ya mau gimana lagi, wong ga bisa ganti gigi ). Tetapi setelah melakukan sedikit peregangan dan dioles counterpain, semuanya kembali normal. Akhirnya, rombongan mencapai garis finish. Waktu menunjukkan pukul 02.30, masih cukup waktu untuk sahur.

Dalam pandangan saya, secara keseluruhan trek NR kali ini sangat menantang & fun serta cocok untuk newB seperti saya. So… buat newB-newB lainnya boleh mencoba. Percuma kan, kalo ngerakit sepeda dengan spek XC/AM tapi ga pernah buat off-road?

Backpacking Yuk…

Rutinitas sehari-hari yang padat dapat membuat seseorang stress. Beberapa pendapat mengatakan bahwa kita harus memiliki hobby/kegemaran untuk mengatasi hal tersebut. Saya pribadi lebih condong untuk main-main di alam alam terbuka. Apalagi kalau kegiatan tersebut merupakan backpacking, pasti seru!!! Seperti yang telah dilakukan oleh Mas Agus ini. Keren euy…

Komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia

Beberapa bulan yang lalu, saat melintas di sebuah jalan di daerah Jakarta Selatan, saya melihat seseorang yang mengendarai sebuah sepeda gunung meliuk-liuk di tengah kemacetan jalan. Dengan menggunakan helm , sarung tangan, ransel, dan memakai baju kerja…! Saya yang sedang stress di tengah kemacetan jalan sempat berucap dalam hati “Enak juga tuh orang, bisa nyelip-nyelip di tengah kemacetan…!”. Setelah dia melaju di depan, saya melihat sebuat tulisan “bike to work” warna hitam dengan dasar kuning tergantung di bawah tempat duduk sepedanya. Rupanya dia anggota Komunitas Pekerja Bersepeda Indonesia (bike2work Indonesia).