Berburu Camcorder “Murah”

Beberapa hari ini saya disibukkan dengan kegiatan memandangi layar notebook untuk mencari informasi mengenai video camera recorder atau yang biasa disebut dengan camcorder. Rencananya camcorder tersebut hanya akan digunakan untuk mengabadikan momen-momen keluarga dan bukan untuk kepentingan komersil maupun profesional. Kriteria yang saya susun untuk camcorder idaman sangat sederhana, yaitu :

1. Merek terkenal
2. Harga tidak lebih dari AU$ 500.00
3. Model konvensional (kotak, layar flip)

Dari hasil menjelajah internet, muncullah beberapa kandidat yaitu Sony DCR-SR47, JVC Everio GZ-MG630, JVC Everio GZ-MS120 dan Canon Legria FS200.  Dari ketiga pilihan tersebut, saya tartarik pada camcorder Sony dan hampir saja membelinya. Tapi tanpa sengaja saya menemukan sebuah artikel di Cnet yang menyatakan bahwa jenis camcorder yang menjadi trend-setter saat ini adalah flash camcorder dengan format high definition. Dalam hati saya bergumam, “Wah, berarti si Sony tadi termasuk generasi tua donk”.

Sebagai seorang konsumen, saya ingin barang yang sudah dibeli bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama. Terlintas dalam pikiran untuk membeli camcorder dengan spesifikasi yang masih baru, yang beberapa tahun ke depan masih bisa digunakan dan tidak ketinggalan jaman.

Namun satu masalah muncul berkenaan dengan bertambahnya 2 kriteria tersebut. Harga camcorder dengan media penyimpanan flash dan berformat high definition dari produsen ternama (Sony, JVC, Canon dan Panasonic) telah melebihi budget yang telah ditetapkan. Melihat kenyataan tersebut, saya hampir saja putus asa dan kembali memilih standard definition camcorder.

Untunglah saya menemukan situs ini dan dari informasi yang ada, rupanya masih tersedia high definition flash camcorder dengan harga di bawah budget. Pilihan akhirnya saya jatuhkan pada  Sanyo Xacti VPC-FH1 mengingat camcorder tersebut memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, ditambah dengan beberapa nilai plus yaitu kecil, ringan dan dilengkapi dengan kamera 8 mega pixel

Sebagai pertimbangan lainnya, camcorder tersebut juga menghasilkan karya yang baik. Mengapa saya bilang demikian? Karena saya menemukan beberapa contoh film pendek di YouTube yang menggambarkan kinerja camcorder dimaksud. Akhir kata, saya putuskan membeli camcorder tersebut melalui situs belanja online Ebay dan akan dikirim ke rumah dalam waktu 3-5 hari ke depan.

Iklan

Dan Pemenangnya adalah…

MSI Wind U100 – Black

Setelah berkelana di dunia maya dalam rangka mengumpulkan informasi mengenai netbook, hari ini saya putuskan untuk membelinya. Mengapa hari ini? Ada beberapa alasan yang mendasari yaitu :

1. Komputer di kantor yang biasa saya pakai sedang rusak sehingga untuk menyelesaikan pekerjaan, saya harus meminjam laptop milik seorang teman dan saya merasa ga enak kalau tiap hari harus meminjam laptop tersebut.

2. Desktop di rumah sudah waktunya diganti dan kebetulan berhasil ditukar guling dengan beberapa lembar rupiah.

3. Kondisi perekonomian global yang semakin memburuk dan saya memiliki feeling kalau dollar Amerika bakalan naik nilainya yang menyebabkan harga netbook yang saya incar juga naik.

4. Tersedia tipe baru dengan kapasitas baterei dan hard disk yang lebih besar.

Berdasarkan alasan-alasan tersebut maka pada pagi hari saya menghubungi salah satu toko penjualan online dan memesan sebuah netbook MSI Wind U100 warna hitam dengan baterei 6 cell dan kapasitas hard disk 160GB. Singkat kata, pada pukul 14.30 WIB saya menerima barang tersebut.

The Netbook Candidates

Untuk keperluan mengetik dan browsing internet, saya berencana untuk membeli sebuah netbook. Di pasaran tersedia beraneka macam netbook, dari netbook produksi luar negeri sampai dengan “produksi dalam negeri” dapat dengan mudah kita temukan. Agar memperoleh netbook yang baik dan memuaskan hati, maka saya melakukan riset kecil-kecilan guna mengumpulkan informasi tentang kelebihan dan kekurangan tiap-tiap netbook. Saya batasi pencarian hanya pada netbook dengan layar 10″ dengan alasan :

1. Pada layar sebesar itu, huruf atau tulisan yang muncul masih nyaman untuk dibaca.

2. Memiliki berat sekitar 1 kg yang notabene lumayan ringan untuk dibawa bawa.

Dan di bawah ini adalah para kandidat netbook yang sempat mencuri perhatian saya.

1. Asus Eee PC 1000H : spesifikasi dan review.

2. Lenovo Ideapad S10 : spesifikasi dan review.

3. MSI Wind U 100 – Black : spesifikasi dan review.